Iran Sudah Persiapan Perang Sejak Lama, Dampak Berpotensi Meluas ke Global

Jakarta, 2 April 2026 Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat seiring konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Penolakan Iran terhadap skema gencatan senjata menegaskan bahwa situasi masih berada dalam fase eskalasi, dengan potensi dampak yang meluas. Pernyataan Narasumber Dr. Joevi, mantan Minister Fungsi Politik KBRI Teheran (2021–2024) sekaligus Lecturer Postgraduate LSPR Jakarta, menegaskan bahwa kesiapan Iran menghadapi konflik bukanlah hal baru: “Persiapan Iran tidak main-main. Mereka telah membangun kesiapan strategis sejak sekitar 40 tahun lalu, mencakup aspek militer, politik, dan ketahanan domestik.” Dr. Joevi juga menyebut bahwa Iran telah menyampaikan sejumlah persyaratan kepada Amerika Serikat dalam konteks de-eskalasi, namun hingga saat ini belum tercapai titik temu. Strategi dan Pola Serangan Iran Dalam Perang 12 Hari, Juni 2025, Iran mempelajari pola serangan AS dan Israel. Pembelajaran ini diterapkan dalam operasi Maret 2026 dengan strategi asymmetric warfare dan pemanfaatan hardware: * Drone murah digunakan sebagai umpan untuk menghabiskan pencegat rudal mahal. Setelah itu, Iran meluncurkan rudal besar. * Pangkalan militer AS di GCC diserang untuk melumpuhkan radar, satelit, dan personel, sementara negara tetangga tidak diserang. * ⁠Fokus utama Iran dalam konflik ini tetap kepada Israel, yang dianggap sebagai aktor kunci dalam eskalasi. Dampak Global dan Kawasan Keberhasilan Iran menguasai Selat Hormuz memberi mereka kemampuan untuk meminta iuran bagi kapal yang melewati jalur vital ini, yang berpotensi: * Menghambat distribusi minyak global * ⁠Meningkatkan harga energi dunia * ⁠Memberikan tekanan ekonomi pada berbagai negara Konflik juga memunculkan ancaman pelumpuhan ekonomi AS dan Israel di kawasan, terutama setelah serangan ke pusat depot migas Iran di Pulau Kharg pada minggu ke-4 perang. Sikap Iran Terkait Nuklir. Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa negara ini tidak akan menggunakan senjata nuklir secara langsung terhadap Amerika Serikat, menekankan bahwa fokus utama adalah Israel.

4/2/20261 min read

Konten postingan